wisatakotajogja.com

Seputar Dunia Online

MENELAA ISTILAH SEJARAH DAN INFORMASI

MENELAA ISTILAH SEJARAH DAN INFORMASI

Sampai saat ini, sejarah telah berhasil merubah pola pikir seseorang tentang kenyataan bercerita. Hal itu dibuat dan dibentuk dengan cara bagaimana memahami sebuah sejarah. Oleh sebab itu, tema kita saat ini SEJARAH DAN INFORMASI sepertinya penting di uraikan untuk menjaring manfaat dari wadah sebutan sejarah yang seharusnya bagaimana.

JIka di pertanyakan seperti misalnya “apakah sejarah sama pengertiannya dengan informasi?” inilah yang coba kita utarakan untuk menentukan pola pikir kita dalam menangkapa sejarah untuk tujuan pembentukan karakter menuju masa depan. Baiklah kita sama-sama akan menyimak berikut ini:

Jika sejarah memiliki arti yang sama dengan informasi, maka tentu informasi itu adalah sejarah. Dan pengertian ini bisa saja melebur ke dalam paradigma menggarap sebuah istilah bahwa semua informasi adalah sejarah. Inilah yang semestinya dijelaskan oleh pakar sejarah ketika menjelaskan di sebuah kuliah kelas sejarah. Oleh sebab itu penting saat ini diuraikan secara etimologi mengenai arti sejarah.

Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, sejarah di artikan sebagai sebuah informasi yang berisikan kisah masa silam. Baik tentang kisah peperangan, tokoh terlaris dan kisah-kisah heroik lainnya. Bahkan dalam sejarah sendiri telah muncul istilah kata yang menyusulnya yakni “legenda”. Legenda tidak bisa di sama artikan dengan sebuah sejarah melainkan isi dari sejarah. Sebab yang membuat sesuatu menjadi legenda adalah informasi yang memuat kisah-kisah lampau dan masi sampai sekarang terus dikenang, itulah legenda.

Dengan arti yang diberikan oleh KBBI di atas tentang sejarah, maka dapat dikatakan bahwa sejarah tidak lain dari sebuah cerita yang bersifat informasi tentang kisah-kisah yang pernah terjadi pada masa lampau. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sejarah juga adalah salah satu Bentuk Informasi. Yang dalam beberapa pandangan misalanya ada yang mengatakan sejarah bersifat informasi terltulis dan ada juga yang mengatakan sejarah adalah informasi yang bersifat lisan.

Sama halnya yang diakatkan oleh tokoh terbesar Indoensia pada zaman pra dan kemerdekaan Indonesia Bung Karno, bahwa sejarah jangan pernah dilupakan. Itu berarti bahwa sejarah tidak hanya dalam bentuk tulisan tetapi tidak bisa lepasa dari tulisan. Dari lisan ketulisan sama disebut sebagai sebuah sejarah.

Na, yang perlu dijelaskan lagi ialah kalau to memang sejarah bersifata informasi, tidak memberi kesan bahwa semua informasi diartikulasikan sebagai semuanya adalah sejarah, sebab dalam ilmu sejarah terdapat beberapa syarat yang menentukan bahwa cerita dan informasi itu adalah sah menjadi sejarah. Jadi, jika anda adalah mahasiswa kelasa Sejarah, maka penting memperhatikan hal sepeleh seperti itu.

Jadi, sejarah juga adalah ilmu informasi namun bukan sembarang informasi. Apa kira-kira yang mendasarinya? Sebagaimana ukuran-ukuran atau standa yang petakan untuk menguskur Sebuah Informasi atau cerita bisa tergologn ke dalam sejarah, itu menunjukkan bahwa sejarah juga adalah salah satu bidang ilmu eksakta yang bisa menjadi sebuah polemik kreasi dalam ilmu retorika. Berikut standar dan ukuran informasi sehingga dapat disebut sebagai sejarah:

Sistematis. sistematis berati semua alur ceritanya berlangsung secara tersusun dan tidak terpotong-potong sehingga mudah dipahami. Informasinya runtut, jelas dan masif.
Memiliki objek. Memiliki objek berarti informasi untuk dapat disebut sebagai sejarah, salah satu penentunya dalah memiliki objek kajian tentang sebab mengapa perluh diinformasikan. Ini menghindari prasngka klien dari respon negatif (spam).
Meliputi waktu dan tempat. Bagian ini adalah salah satu penentu dari beberapa yang mengikutinya, bahwa informasi yang dijelaskna baik dalam bentuk lisan dan tulisan yang menceritakan sebuah objek secara sistenmatis harus menentukan kapan waktu kejadian dan menunjuk tempat kejadian sehingga kepercayaan klien bisa tumbuh.
Meliputi Tokoh. Tokoh dalam informasi juga turut memberikan penilaian terhadap informasi sehingga bisa disebut sebagai sejarah. Sebab dalam sejarah, tokoh adalah mitra subjek pelaku sejarah.
Jejaknya dapat dibuktikan. Untuk lebih rasional, sebuah informasi dapat disebut sebagai sejarah ketika jejaknya dapat dibuktikan. Sekalinpun dalam kalimat atau uraian ceritanya mungikin bersifat hiperbola, namun jejaknya dapat dibuktikan maka itu sah menajdi sebuah sejarah karena terbukti dan dapat dicerna melalui indra mata dan diterima secara logika.

Sesuai dengan kriteria di atas, maka dapat dikatakan bahwa SEJARAH berbeda dengan INFORMASI, namun sejarah memuat informasi tersebut. Dengan jelas bahwa setiap informasi tidak selalunya adalah sejarah, namun sejarah sendiri adalah penyedia atau sumber informasi tentang masa lampau. Oleh sebab itu, SEJARAH dan INFORMASI adalah bebeda pada satu fungsi namun tidak selalunya beretentangan.

Itulah informasi singkat yang dapat saya bagikan kepada anda sekali. Kurang lebihnya kami mohon maklum. Dan kami tetap senang apabila anda punya komentar di kolom di bawah ini untuk tujuan masukan dan infromasi pendukung pelengkap. Salam sejarah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wisata Kota Jogja © 2018 Frontier Theme
error: Copas Lagi ? Gue tabok lu..