wisatakotajogja.com

Seputar Dunia Online

GEREJA DAN PROBLEM SOSIAL MEINUMAN KERAS

Meninjau Secara Kristis Peran Gereja dalam Mengatasi Problem Sosial Minuman Keras di Mengkendek Kab.Tanah Toraja

A. LATAR BELAKANG
Berbicara mengenai gereja dan problem sosial merupakan suatu topik yang sangat penting menjadi perhatian utama dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menilik gereja sebagai lembaga sosial kerohanian yang mesti mampu mewujudkan nilai-nilai moral untuk tujuan keteraturan dan ketentraman bersama dalam lingkup bermasyarakat dan berbangsa pada umumnya. Tugas-tugas ini sebenarnya mesti menjadi sentralisasi program agama-agama yang tumbuh besar di Negara yang kita cintai ini.


Berbicara tentang “gereja”, Gereja di pahami sebagai lembaga yang mengatur masyarakat beragama sesuai dengan taraf hidup manusia yang mencintai kedamaian dan kesejahteraan. Pandangan ini merupakan suatu alasan sosial dimana gereja di desak harus hadir di bumi. Oleh sebab itu, tugas dan tanggung jawab yang besar ini mesti terus di genggam untuk mengupayakan cita-cita yang luhur dalam segala lini kehidupan. Sebagaimana visi misi gereja yang luhur mulia dalam mewujudkan sorga di bumi lewat kehidupan dan suasana hidup sejahtera dan teratur itu, mesti harus dikemas sedemikian rupah untuk bisa mencapai tujuan demikian.
Menghubungkan gereja dengan problem sosial dimana ia hidup bermasyarakat dan bertanggung jawab, tentu kepekaan harus nampak dalam menanggapi perihal problema sosial yang ada. Seperti permasalahan sosial yang saat ini sangat serius terjadi di tengah-tengah masyarakat adalah minuman keras yang tidak terkontrol hingga membangkitkan keresahan masyarakat dalam menanggapi persoalan ini. Hal itu mengisyaratkan bahwa minuman keras yang tidak terkontrol turut menindas kesejahteraan masyarakat.
Sebagaimana telah dikemukakan oleh seorang tokoh masyarakat bahwa minuman keras yang kerap kali muncul di beberapa tempat jarang memberikan keamanan selai kekacauan. Minuman keras ini sangat berefek samping dan merupakan akar dari kekerasan dalam masyarakat tertentu.
Rupahnya minuman keras yang tidak terkontrol (mabuk-mabukan) tidak hanya terjadi di antara kalangan mudah, tetapi juga oleh orang dewasa. Di mana kasus perkelahian yang terjadi di sekitar Mengkendek pada tanggal 21 Agustus 2017, seorang dewasa setelah minum di pangkalan penjual minuman keras sempat membuat masyarakat resah karena perkelahian yang terjadi di tempat tersebut di tengah larut malam.
Tidak hanya di daerah Mengkendek saja kekerasan karena minuman keras. Di daerah Kab. Luwu Utara Salulemo, seorang lelaki setelah kembali dari tempat minuman keras memukuli isterinya karena alasan mabuk. Tambahan lagi, bahwa ternyata minuman keras yang tidak terkontrol sudah menjadi pelampiasan masalah sehingga kekerasan bisa dengan mudah terjadi.
Dengan demikian, tugas dan tanggung jawab Gereja dalam merespon persoalan tersebut mesti nampak. Mengapa? Karena gereja sebagai lembaga yang bertanggung jawab membina moral masyarakatnya mesti berperan aktif dalam menanggulagi  kasus-kasus tersebut bersama dengan lembaga-lembaga sosial lainnya. Di karenakan juga, bahwa pelaku-pelaku minuman keras yang tidak terkontrol adalah sebagian besar dari anggota gereja (Kristen).
Oleh sebab itu, peran gereja dalam kasus tersebut mesti nampak dalam mengupayakan programnya untuk menindak lanjuti persoalan sosial sebagaimana yang telah diuraikan di atas. Sebagaimana dengan tugasnya yang sangat mulia “mewujudkan sorga di bumi lewat partisipasinya dalam membina jemaatnya untuk hidup sejahtera sebagai umat Tuhan” di bumi, maka untuk bisa mencapai hal itu, peran gereja sangat menentukan.

Dan apabila peran gereja dalam kasus tersebut tidak nampak, maka dapat dikatakn bahwa gereja sangat berdosa terhadap Allah dan sesama, serta belum sepenuhnya menghidupi tugas dan tanggungnya di bumi. Jadi, inilah alasan penulis mengangkat topik “Peran Gereja dalam Menangani Minuman Keras” dengan tujuan supaya kehidupan bermasyarakat di mana gereja hadir, sorga di bumi benar-benar bisa di rasakan, khususnya dalam kehidupan bermasyyarakat.

B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan masalah yang menjadi acuan pembahasan selanjutnya adalah sebagai berikut:
“Bagaimana seharusnya peran gereja Toraja dalam mengatasi problem sosial minuman keras di daerah Mengkendek, Kab. Tana Toraja?”
C. TUJUAN PENIULISAN
Tujuan penulisan proposal skripsi ini adalah untuk menguraikan bagaimana peran gereja Toraja dalam menangani problem sosial minuman keras di Mengkendek, Kab. Tana Toraja.

D. MANFAAT PENELETIAN

Untuk menjadi bahan rujukan bagi Agama dalam menoreh peran dan tanggung jawabnya yang sangat penting dalam masyarakat, khususnya dalam pembinaan moral anak-anak bangsa, terkhusus di Toraja.

Demikian ulasan topik kami pada saat ini, kurang lebihnya, mohon di maafkan. Kami sangat senang jika anda bertanya atau diskusi dengan kami. Caranya, isi kolom komen di bawah dengan pertanyaan atau masukan dari anda. Semoga bermanfaat. salam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Wisata Kota Jogja © 2018 Frontier Theme
error: Copas Lagi ? Gue tabok lu..